Resign Dari Pabrik, Kerja Serabutan, Hidup Lebih Tenang

  Halo apa kabar teman-teman semuanya? Semoga teman-teman semua dalam keadaan sehat walafi'at ya.. Aamiin. Kita berjumpa kembali di blog saya, kali ini saya akan menulis tentang "Resign Dari Pabrik, Kerja Serabutan, Hidup Lebih Tenang".
  Setelah lulus SMA. Tepatnya di bulan Desember 2012, saya mendapat pekerjaan di salah satu pabrik sepatu yang berlokasi di Serang, Banten. Saya kerja disana tidak lama, hanya berjalan 11 bulan. Bulan November 2013, saya resign dari pabrik tersebut. Alasan resignnya karena saya sudah merasa tidak betah. Maklum, saat itu saya masih berusia 18 tahunan dan baru pertama kalinya memiliki pengalaman kerja di pabrik. Hehehe. Sebelumnya sih pada bulan September 2012, saya sempat kerja di salah satu pabrik boneka yang berlokasi di Subang, Jawa Barat. Tapi disitu, tidak berlangsung lama, hanya dua hari. Alasannya karena saya mendapat posisi di bagian sewing (menjahit), diajarin satu hari saya tidak bisa bisa, terus leadernya ngajarin saya dengan cara yang keras, sehingga membuat saya merasa susah untuk memahaminya. Akhirnya tidak ada satu minggu, belum dapat gaji, saya sudah kabur dari pabrik itu. Hehehe.
  Awal bulan Februari 2014, saya melamar pekerjaan di salah satu pabrik tekstil yang berlokasi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Untuk yang ketiga kalinya, pabrik lagi. Hehehe.. Untuk bisa masuk atau di terima kerja di pabrik tersebut, prosesnya tidak mudah. Sangat selektif, penuh perjuangan dan pengorbanan. Namun walau demikian, pada akhirnya saya di terima kerja disitu. Alhamdulillah.
  Saya mulai kerja di pabrik tekstil sejak pertengahan bulan Februari 2014, saya di tempatkan di bagian pemintalan. Jadi bagian pemintalan itu, bagian membuat benang. Saya merasa antara suka dan tidak suka dengan pekerjaan baru saya pada saat itu, namun saya berusaha untuk menjalaninya dengan baik. Dan saya berusaha untuk menikmati pekerjaan baru saya. Karena saya tidak mau lagi seperti yang sudah-sudah, kerja belum lama tapi sudah keluar. Akhirnya di tempat yang baru ini, betah tidak betah harus betah.
  Selama 6 tahun saya bekerja di pabrik tekstil, yang saya rasakan semakin lama tekanan batin terasa semakin hebat. Semakin hari, saya merasa semakin tidak nyaman, semakin tertekan dengan peraturan yang ada, yang membuat saya ngelus dada. Kesehatan sering terganggu, dan ditambah kondisi fisik yang semakin melemah. Karena kerjanya benar-benar di bawah tekanan, menguras tenaga, bahkan kadang sampai menguras emosi dan menguji kesabaran,. Hehehe. Hingga pada akhirnya di pertengahan bulan Maret 2020, saya memutuskan untuk resign. Saya mengundurkan diri secara baik-baik. Saya mengundurkan diri, selain kontrak kerja yang akan segera habis, karena saya tidak mau terus-terusan mendzalimi diri saya sendiri.
  Selama bekerja di pabrik tekstil, memang semua kebutuhan saya dapat terpenuhi. Mau apa aja, bisa kebeli. Sering jalan-jalan kesana kemari, sering nonton, dan lain-lain. Tapi batin saya tidak bahagia, saya malah selalu merasa tertekan dengan keadaan. Selama bekerja dan merantau di Bandung, suka duka saya jalani sendiri. Karena disana tidak ada saudara ataupun teman sekampung.
  Sebetulnya saya ingin resign dari sejak beberapa tahun yang lalu, namun saya memikirkan setelah resign nanti mau kerja dimana? Nanti mau ngapain? dan pikiran-pikiran yang membatasi lainnya. Namun setelah saya memberanikan diri untuk resign, dibalik pemikiran-pemikiran yang membatasi itu ada kebenaran yang memberdayakan. 
  Setelah resign, saya diam di rumah, tetapi saya mengikuti Sekolah Online Bengkel Diri Level 1. Sehingga dengan demikian, walau di rumah aja tapi saya masih punya kegiatan yang sangat bermanfaat yang saya lakukan selama di rumah aja. Di Bengkel Diri ini Masyaa Allah banget, karena dari Bengkel Diri lah saya mendapatkan banyak pencerahan-pencerahan yang luar biasa. Dan Bengkel Diri juga yang mengetuk pintu hati saya untuk berubah menjadi lebih baik, menjadi pribadi yang senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, menjadi pribadi yang membiasakan hidup disiplin dan tentunya menjadikan saya menjadi pribadi yang hidupnya lebih terarah dan terbina dengan baik. Selain itu, saya cari penghasilan dengan berjualan online. Barang yang saya jual adalah produk fashion dan snack. Dua bulan di awal, yang membeli jualan saya cuma satu orang. Saat bulan puasa ketika menjelang lebaran, alhamdulillah ada beberapa orang yang membeli jualan saya. Profitnya memang tak seberapa, namun harus saya syukuri. Bulan Agustus, saya mulai mencari pekerjaan baru, namun dari bulan Agustus sampai bulan September saya mencoba melamar pekerjaan ke beberapa tempat, namun tidak ada hasilnya satu pun. Jujur, saya merasa bingung apalagi yang harus saya lakukan? Dengan cara apalagi saya berikhtiar? Supaya saya bisa menghasilkan uang setiap harimya. Dan pada saat itu saya benar-benar merasa berada di titik buntu, namun saya tidak menyerah begitu saja. Saya terus berusaha tiada henti dan berdo'a meminta kepada Allah, agar di berikan yang terbaik untuk hidup saya.
  Bulan September 2020, karena saya masih belum berhasil mendapatkan pekerjaan yang baru, saya mencoba untuk menawarkan jasa ojeg online (khusus perempuan), jasa delivery makanan dan apapun yang bisa menghasilkan uang dengan cara yang benar atau cara yang halal, saya lakukan itu. Jualan online pun masih saya jalani. Untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan ekspektasi saya, dari semua apa yang saya lakukakn itu, memang tak semudah dibayangkan dan tak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi alhamdulillah, yang order ada saja, walau hanya beberapa orang. Hehehe.
  Setelah resign kerja, saya hanya mendapatkan uang dari hasil jualan online, delivery makanan, dan ojeg online saja. Penghasilan yang saya dapatkan, memang kecil, tapi saya sangat mensyukurinya dan saya merasa hidup saya jadi lebih bahagia , lebih tenang, lebih terarah dan lebih baik. Badanpun lebih fresh. Setelah resign, saya memang tidak lagi mendapatkan gaji bulanan dengan jumlah yang lumayan besar. Tapi saya mendapatkan kebahagiaan dan ketenangan hidup yang Masyaa Allah. Dan yang paling penting, kesehatan saya kembali stabil.
  Bagi sebagian orang mungkin kerja di pabrik itu enak, karena gajinya menggiurkan. Tapi apa yang didapatkan itu sebanding dengan apa yang dikerjakan. Kerja di pabrik itu memang harus siap cape, karena kerjanya pasti di bawah tekanan.
  Kalau kita merasa mulai tidak nyaman dengan pekerjaan yang kita jalani, merasa sangat tertekan, dan merasa tidak ada kemajuan atau tidak bisa berkembang, serta merasa tidak ada amal shalih yang di dapat di dalamnya. Menurut saya tidak ada salahnya untuk kita mundur dari pekerjaan tersebut dan mencari pekerjaan lainnya yang lebih baik.
  Uang memang bisa membeli segalanya, tapi segalanya tidak bisa di beli dengan uang.
  Saya berharap semoga apa yang saya tulis ini, bisa menginspirasi teman-teman di luar sana yang masih punya banyak pemikiran-pemikiran yang membatasi ketika akan memulai sesuatu yang baru. Kita harus yakin dengan diri kita sendiri. Jangan pernah takut untuk memulai, dan jangan takut gagal. Ketika kita ingin memulai sesuatu yang baru dalam hidup kita, maka mulai aja dulu, jalani dan nikmati prosesnya. Karena semuanya butuh proses. Soal hasilnya sesuai atau tidak dengan usaha yang kita lakukan, itu mah gimana nanti aja. 
  Baiklah teman-teman semua, sampai disini saja dulu yang dapat saya tulis disini. Semoga ada manfaat di dalamnya. Mohon maaf apabila ada kata atau kalimat yang kurang enak di baca, dan mohon maaf jika ada kalimat yang kurang atau bahkan tidak layak untuk di tulis disini. Saya tunggu kritik dan saran dari teman-teman semua. Karena apa yang saya tulis ini, pasti tidak lepas dari kekurangan. Hehehe.
  Saya ucapkan terima kasih banyak sudah mengunjungi blog saya dan terima kasih juga sudah menyempatkan waktunya untuk membaca postingan saya ini. Hehehe. Sampai jumpa di blog saya yang berikutnya yaa ...

Komentar

  1. Alhamdulillah mb, semangat yaah... Ingat segala ikhtiar yang memberikan pengalaman berharga InsyaAllah Ada ganja ran disisi Allah, terus semangat berjuang membangun mimpi, masih muda masih banyak kesempatan, Perluas pergaulan, mendekat kepada Allah smg dimudahkan jalan nya.

    Ya Allah makemak ngasih nasihat😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masyaa Allah, terima kasih banyak mba nasihat baiknyaa ... terima kasih juga semangatnyaa ...

      Hapus
  2. Masyaallah perjuangan banget ya mba. Akupun dulu pernah nyoba kerja di pabrik tapi gak sampai 1 bulan udh resign. Gak kuat memang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa mba .. Kerja di pabrik emang bener2 harus kuat mental dan kuat fisik banget, apalagi kerjanya 3 shift ..

      Hapus
  3. MasyaAllah, salut dengan perjuangannya Mba.. semangat selalu ya Mba :)

    BalasHapus
  4. MasyaAllah mba..
    Memang penghasilan besar belum tentu menjamin kebahagiaan dan keberkahan dalam hidup kita.

    BalasHapus
  5. Masya Allah mba, rezeki nggak kemana asal tetap berusaha ya mba. Saya juga punya teman kerja di pabrik tapi agak susah untuk resign.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa mba,. Masuknya susah, resignnya pun tidak mudah

      Hapus
  6. Selalu ada jalan ya mba selama kita tetap berusaha. Saya setuju kalo kesehatan fisok dan mental kita yang paling penting. Banyak uang namun merasa stres juga ga baik kan..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba ... Sehat itu emang mahal, tapi sakit lebih mahal lagi ..

      Hapus
  7. Masya Allah perjalanan dan pengalaman hidup yang luar biasa. Yakinlah itu akan menjadikan diri kita makin kuat dan sabar. Dan pastikan satu hal, niatkan untuk ibadah dan meraih ridho Allah. Semangat!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa ummi ... 💪💪💪💪

      Hapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya dan terima kasih sudah membaca.

Postingan populer dari blog ini

Liburan Yang Paling Berkesan Dan Menyenangkan

Pejuang Amplop Cokelat

Quality Time