Jodoh Adalah Bagian Dari Ketetapan Allah

   Alhamdulillah senang sekali rasanya masih di beri kesempatan untuk menulis di blog. Apa kabar semuanya? Semoga dalam keadaan sehat ya. Aamiin .. Aku akan menulis tentang sebuah kisah kehidupan seorang singlelillah yang seringkali di hujani pertanyaan-pertanyaan horor dari orang-orang di sekelilingnya. Kalau melihat dari judulnya, mungkin sudah bisa di tebak ya. Hehehe. Ya, masih sama seperti yang sebelum-sebelumnya, aku akan kembali bercerita di postingan blogku. Hehehe ..
  Naura, tahun ini usianya menginjak 25 tahun. Di usianya yang di bilang sudah matang, Naura masih setia dengan status singlelillahnya. Teman-teman sejawatnya, juga teman-teman di sekitar rumahnya yang seusianya, semuanya sudah pada menikah dan berumah tangga. Bahkan ada beberapa di antaranya yang sudah di karuniai seorang anak. Kendati demikian, Naura seringkali menerima pertanyaan-pertanyaan yang sudah tidak asing lagi terdengar di telinganya yang terucap dari orang-orang di sekelilingnya. Baik itu rekan-rekan kerjanya maupun para tetangga di sekitar rumahnya. Pertanyaan "kapan nikah?", seolah-olah sudah menjadi makanan sehari-hari bagi Naura. Setiap kali di tanya "kapan nikah?", Naura selalu menjawab "nanti kalau sudah ada jodohnya" atau terkadang Naura hanya menjawab dengan senyuman.
  Di masa remajanya ketika teman-temannya pada menjalin cinta monyet dengan orang yang di sukainya, tidak di pungkiri Naura pun pernah merasa ingin seperti teman-temannya, tapi Naura tidak bisa seperti mereka. Karena pada saat itu, tidak ada teman laki-laki yang menyukainya ataupun yang dekat dengannya. Naura pernah menyukai seorang laki-laki, namun Naura hanya sekedar bisa mengaguminya saja tanpa bisa menjalin hubungan dengannya.
  Naura yang dari masa remaja hingga dia menginjak usia dewasa, dia tidak pernah kelihatan jalan bareng berduaan dengan lawan jenisnya atau ada lawan jenis yang berkunjung ke rumahnya. Ya, dia tidak pernah pacaran seperti anak muda pada umumnya. Naura memang berbeda dengan teman-temannya yang lain, yang seringkali terlihat jalan bareng berduaan dengan lawan jenisnya atau di kunjungi oleh lawan jenisnya tanpa ada sebuah ikatan yang sah. Tidak sedikit orang-orang di sekelilingnya yang menyindirnya, bahkan ada yang menggunjingnya, sampai membanding-bandingkannya. Naura seringkali ditanya "kok kamu tidak pernah kelihatan jalan bareng sama laki-laki sih?", kok saya tidak pernah melihat ada laki-laki yang main ke rumahmu sih?", dan bla bla bla lainnya. Setiap kali mendapat pertanyaan-pertanyaan tersebut atau pertanyaan yang sejenis, Naura hanya bisa diam dan tersenyum kecil. Padahal di dalam islam tidak ada istilah "Pacaran sebelum halal (sebelum menikah)". Iya kan?
  Di dalam Islam, ada kehidupan khusus dan kehidupan umum bagi wanita. Di dalam kehidupan khusus, wanita di izinkan hanya untuk tinggal bersama mahromnya saja. Karena hanya mahrom yang di izinkan untuk melihat wanita di luar wajah dan kedua tangannya. Sedangkan dalam panduan kehidupan umum, bahwa islam memerintahkan baik kepada laki-laki maupun kepada perempuan untuk menundukkan pandangan. Adapun Dalil yang menerangkan bahwa Allah memerintahkan laki-laki dan perempuan untuk menundukkan pandangan di jelaskan dalam QS. An-Nur : 30-31
قُلْ لِّـلۡمُؤۡمِنِيۡنَ يَغُـضُّوۡا مِنۡ اَبۡصَارِهِمۡ وَيَحۡفَظُوۡا فُرُوۡجَهُمۡ‌ ؕ ذٰ لِكَ اَزۡكٰى لَهُمۡ‌ ؕ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيۡرٌۢ بِمَا يَصۡنَـعُوۡن
"Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu, lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat". (QS. An-Nur : 30).
وَقُلْ لِّـلۡمُؤۡمِنٰتِ يَغۡضُضۡنَ مِنۡ اَبۡصَارِهِنَّ وَيَحۡفَظۡنَ فُرُوۡجَهُنَّ وَلَا يُبۡدِيۡنَ زِيۡنَتَهُنَّ اِلَّا مَا ظَهَرَ مِنۡهَا‌ وَلۡيَـضۡرِبۡنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلٰى جُيُوۡبِهِنَّ‌ۖ وَلَا يُبۡدِيۡنَ زِيۡنَتَهُنَّ اِلَّا لِبُعُوۡلَتِهِنَّ اَوۡ اٰبَآٮِٕهِنَّ اَوۡ اٰبَآءِ بُعُوۡلَتِهِنَّ اَوۡ اَبۡنَآٮِٕهِنَّ اَوۡ اَبۡنَآءِ بُعُوۡلَتِهِنَّ اَوۡ اِخۡوَانِهِنَّ اَوۡ بَنِىۡۤ اِخۡوَانِهِنَّ اَوۡ بَنِىۡۤ اَخَوٰتِهِنَّ اَوۡ نِسَآٮِٕهِنَّ اَوۡ مَا مَلَـكَتۡ اَيۡمَانُهُنَّ اَوِ التّٰبِعِيۡنَ غَيۡرِ اُولِى الۡاِرۡبَةِ مِنَ الرِّجَالِ اَوِ الطِّفۡلِ الَّذِيۡنَ لَمۡ يَظۡهَرُوۡا عَلٰى عَوۡرٰتِ النِّسَآءِ‌ۖ وَلَا يَضۡرِبۡنَ بِاَرۡجُلِهِنَّ لِيُـعۡلَمَ مَا يُخۡفِيۡنَ مِنۡ زِيۡنَتِهِنَّ‌ ؕ وَتُوۡبُوۡۤا اِلَى اللّٰهِ جَمِيۡعًا اَيُّهَ الۡمُؤۡمِنُوۡنَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُوۡنَ
"Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung". (QS. An-Nur : 31)
  Islam melakukan tindakan preventive dari awal untuk mencegah terjadinya perbuatan-perbuatan yang di haramkan. Islam melarang pria dan wanita untuk berkhalwat. Kecuali wanita itu di sertai dengan muhrimnya. Yang di maksud dengan Khalwat  adalah berdua-duaan antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim.
  Naura seringkali di banding-bandingkan dengan teman-temannya yang sudah menikah atau yang belum menikah tapi menjalin hubungan dengan lawan jenisnya (pacaran tanpa ikatan yang sah), dan sering jalan berdua dengan lawan jenisnya. Bahkan ada yang mengatakan Tidak Laku dan Perawan Tua kepada Naura. Mendengar sindiran, gunjingan dari orang lain serta mendengar dirinya di banding-bandingkan dengan orang lain yang sudah menikah, hatinya terasa begitu sakit. Seolah-olah kehidupan teman-temannya jauh lebih baik dari kehidupannya, namun bagi Naura tak mengapa. Biarkan mereka bicara tentang Naura, Naura tidak usah baper dengan apa yang orang lain katakan tentang dirinya. Karena Bila mereka tidak bertaubat dari ghibah tentang kita, kelak kita bisa ambil pahala amal shalihnya atas dosa ghibahin kita. Perlu tambahan rasa syukur untuk hal buruk yang menimpa kita, karena apapun yang terjadi pada kita, semua adalah atas kehendak Allah.
  Ada pahala yang Allah siapkan untuk kita, ada hadiah yang begitu indah di siapkan untuk kita (orang-orang yang beriman 100% kepada takdir Allah), baik atau buruk yang kita rasakan dari takdir Allah itu.
  Di dalam HR. Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda :
"Bahwa seorang muslim yang di uji dengan rasa sakit karena duri atau yang lebih dari itu, maka pasti Allah akan menebus kesalahan-kesalahannya sebagaimana sebuah pohon menggugurkan daun-daunnya". (HR. Bukhari dan Muslim).
  Sabar dalam sakit akan menebus segala kesalahan-kesalahan kita. Betapa Allah sangat memuliakan kita dengan diri kita ini menjadi orang-orang yang muslim, yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.
  Ujian di dalam kehidupan kita di dunia ini adalah sebuah kepastian. Setiap orang pasti akan di uji. Jangan pernah baper kalau di kasih ujian, sebab justru itu adalah hadiah dari Allah. Itu menjadi sarana untuk kita kembali dekat kepada sang khaliq, pencipta kita. Sarana untuk kembali merendah di hadapan-Nya.
  Terkadang Naura merasa heran pada orang-orang yang menyindir dan menggunjingnya karena dirinya yang masih menyandang status lajang di usianya yang masih 25 tahun. Padahal di luaran sana, masih ada yang usianya 30+ belum menikah, karena jodoh adalah bagian dari ketetapan Allah. Yang usianya sudah matang, tapi belum menikah, bukan berarti dia tidak laku atau tidak berikhtiar untuk menjemput jodoh. Akan tetapi mungkin saja dia sudah berikhtiar dan berjuang keras dalam hal menjemput jodoh, namun waktunya saja yang belum tepat.
  Naura pernah mengagumi seorang laki-laki, yang mana laki-laki yang di kaguminya adalah kakak kelasnya sewaktu masih duduk di bangku sekolah. Sebut saja namanya "Ihsan". Awalnya Ihsan tidak mengetahui kalau Naura mengaguminya, namun di suatu waktu ada salah satu teman Naura yang diam-diam suka intip-intip privasy di HPnya Naura, dia "Ona" namanya. Setelah mengetahui kalau Naura memiliki rasa cinta pada Ihsan, Ona memberitahukannya pada Ihsan bahwa Naura menyukainya dan mencintainya. Akan tetapi Ihsan tidak demikian, dia tidak memiliki rasa apa-apa pada Naura. Yang awalnya Ihsan biasa saja kepada Naura, namun sejak setelah kejadian itu, Ihsan jadi ilfeel pada Naura. Naura pun merasa malu setiap kali bertemu dengan Ihsan, karena Ihsan telah mengetahuinya bahwa dirinya memiliki rasa suka dan kagum pada Ihsan. Naura merasa kesal pada Ona, karena Ona sudah diam-diam membuka privasy di HPnya pada saat Ona meminjam HPnya, kemudian Ona tidak bisa menjaga rahasia yang di ketahuinya. Namun karena Naura paham dengan karakternya Ona yang sedikit tempramental dan egois, walaupun kesal, Naura hanya bisa diam.
  Setelah sekian tahun berlalu, Naura telah berhasil melupakan cinta pertamanya yaitu Ihsan. Dia sudah tidak lagi memiliki rasa apa-apa pada Ihsan. Saat ini ada satu nama di hatinya Naura, yaitu "Khairan". Awalnya Naura hanya merasa suka dan kagum padanya, namun lama kelamaan karena Naura berhasil mendekatinya dan Khairan bersikap baik padanya, semakin lama rasa suka dan kagum pada Khairan, semakin berubah menjadi rasa cinta dan sayang.
  Naura berusaha memperjuangkan cintanya pada Khairan. Dia sudah berusaha keras dan berjuang mati-matian untuk mendapatkan Khairan, namun segala bentuk usaha dan perjuangannya tidak membuahkan hasil. Naura merasa sangat kecewa ketika Khairan seringkali tidak menghargai usaha dan perjuangannya. Khairan sering membuat Naura sedih dan menangis, tanpa di sadari Khairan sering menyakiti hatinya. Walau sering merasa tersakiti oleh Khairan dan walaupun tahu tipe wanita idamannya Khairan bukanlah wanita yang seperti Naura, tapi Naura terus-terusan tiada henti berjuang keras untuk memperjuangkan cintanya pada Khairan. Ya, Naura selalu berusaha untuk menaklukkan hati Khairan. Namun sayangnya tidak berhasil. Khairan memilih wanita lain yang parasnya lebih cantik dari Naura, pendidikannya lebih tinggi dari Naura, dan status sosialnya juga lebih tinggi dari Naura. Di mata Naura, wanita itu sempurna. Tidak ada apa-apanya kalau di bandingkan dengan Naura yang hanya seorang pedagang kecil lulusan SMA, dan berasal dari desa terpencil pula. Setelah Naura mengetahui kalau Khairan akan mengkhitbah wanita idamannya, Naura benar-benar mundur dan sudah tidak lagi menghubungi Khairan walau hanya sekedar say hello atau menanyakan kabar via aplikasi chatting pada gadget.
  Naura ingin seperti apa yang di rasakan oleh orang lain pada umumnya. Ya, dia ingin merasakan cinta dan kasih sayang dari seorang laki-laki yang di cintainya atau yang mencintainya. Namun sejak usianya menginjak remaja sampai dirinya tumbuh dewasa, dia tidak pernah merasakan rasanya di cintai dan di sayangi oleh seorang laki-laki, baik itu laki-laki yang di cintainya ataupun laki-laki yang mencintainya. Naura selalu merasa iri pada teman-temannya, karena melihat kehidupan teman-temannya selalu di limpahi cinta dan kasih sayang dari orang-orang yang menyayanginya. Sedangkan Naura selama ini selalu merasa kesepian, tidak ada laki-laki yang mendekatinya. Mayoritas laki-laki merasa gengsi padanya, terlihat dari sikap mereka yang selalu cuek padanya, bahkan beberapa diantaranya suka ngebullynya. Naura merasa semua laki-laki itu sama, menilai perempuan hanya dari luarnya saja.
  Di suatu hari, Naura duduk seorang diri. Seketika dia teringat pada isi kandungan surat An-Nur : 30-31, dalam ayat tersebut Allah memerintahkan laki-laki dan perempuan untuk menundukkan pandangan. Naura langsung mengucap istighfar berulang kali, karena dia merasa berdosa atas apa yang pernah di lakukannya.
  Di usianya yang sudah menginjak dewasa, melihat teman-temannya sudah banyak yang menikah dan memiliki anak. Naura juga ingin memiliki seorang pendamping hidup yang mencintai dan menyayanginya dengan tulus. Terlebih lagi, dia seringkali mendapat pertanyaan horor "kapan nikah?", suka ada orang yang iseng menggunjingnya, dan bahkan sampai ada yang membanding-bandingkannya. Naura tetap sabar dalam menghadapi kepahitan-kepahitan yang terjadi dalam hidupnya, salah satunya perkataan orang lain tentang dirinya yang belum menikah di usianya yang sudah menginjak 25 tahun.
  Tidak di pungkiri di usianya yang sudah menginjak 25 tahun, ada satu nama yang terukir di dalam hatinya. Ya, Naura kembali mencintai seseorang dan berharap seseorang itu bisa menjadi pendamping hidupnya. Namun kali ini, Naura tidak ingin menunjukkannya kepada siapapun kalau dirinya mencintai seorang laki-laki yang menurutnya adalah Best Ikhwan. Naura mengaguminya, karena laki-laki itu dimata Naura, agama dan akhlaknya baik. Naura dengan seorang laki-laki yang di kaguminya, tidak pernah ada komunikasi lewat apapun. Hanya pernah sama-sama tergabung dalam suatu organisasi kemasyarakatan di kampungnya pada masa dulu sewaktu sama-sama baru lulus SMA. Kali ini untuk bisa memilikinya, Naura hanya berharap kepada Allah SWT dan hanya memperjuangkannya dalam do'a. Ya, Naura selalu menyebut namanya di setiap do'a yang dia panjatkan. Kalaupun pada akhirnya Naura tidak bisa memilikinya, bagi Naura tak mengapa. Karena Naura yakin, Allah telah menyiapkan jodoh terbaik untuknya. Tinggal menunggu waktunya saja. Sambil menunggu jodoh itu datang, Naura juga berusaha untuk memantaskan diri. Dia berusaha untuk memperbaiki dirinya, mempersiapkan bagaimana supaya Naura benar-benar bisa menjadi jodoh impian yang kelak mendapat jodoh impian juga.
  Fitrah kita sebagai seorang manusia adalah ingin memiliki pasangan. Tidak boleh di hina ketika seseorang dalam hidupnya menginginkan pasangan. Karena Allah sudah menurunkan firman-Nya bahwa memang makhluk-makhluknya di ciptakan secara berpasang-pasangan.
Allah berfirman dalam QS. Ar-Rum : 21
"Dan diantara tanda–tanda kekuasaan-Nya ialah cipataan-Nya untukmu pasangan hidup dari jenismu sendiri, supaya kamu mendapatkan ketenangan hati dan dijadikan-Nya kasih sayang diatara kamu. Sesungguhnya yang demikian menjadi tanda-tanda kebesaran-Nya bagi orang – orang yang berfikir”. (QS. Ar-Rum : 21 )
  Allah menyukai orang-orang yang semangat menjemput sesuatu untuk menunaikan fitrahnya, demikian halnya dengan jodoh. Jangan kehilangan semangat, patah arang gara-gara jodoh tak kunjung datang. Akhirnya hilang semangat untuk menjemput sekaligus menjadi jodoh impian.

  Nama tokoh dalam kisah di atas, bukan nama yang sebenarnya (nama samaran). Mohon maaf apabila ada kesamaan nama tokoh ataupun kesamaan cerita. 🙏

  Terima kasih sudah mengunjungi blog aku, sampai jumpa di postingan blog aku yang berikutnya ya..

Komentar

  1. Keren mba.. Bisa nulis cerita fiksi begini nih. Semangaatt menulis yak❤️

    BalasHapus
  2. Naura, kita senasib yaak
    (o´・_・)っ( T_T)

    BalasHapus
  3. Sesama songlelillah, ayo gandengan 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya di postingan ini, para singlelillah merapat... Wkwkwk

      Hapus
  4. didioakan semoga cepat memperoleh pasangan :)

    BalasHapus
  5. Jd ingin ikut mendoakan Naura supaya segera ketemu jodohnya.. :) Semangattt Naura..

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya dan terima kasih sudah membaca.

Postingan populer dari blog ini

Liburan Yang Paling Berkesan Dan Menyenangkan

Pejuang Amplop Cokelat

Quality Time