Pejuang Amplop Cokelat

  Ngeblog bareng komunitas Blogger Bengkel Diri / Blog Walking kali ini mengusung tema tentang "Kegagalan". Kata yang begitu menyakitkan, namun mengandung banyak pelajaran yang dapat kita ambil di dalamnya.
  Setiap orang pasti pernah mengalami kegagalan dalam hidupnya. Ada yang mampu bangkit dari kegagalan yang dialaminya, ada yang malah semakin terpuruk setelah menemui kegagalan, bahkan ada juga yang setelah gagal, memutuskan untuk berhenti sampai disitu saja.
  "Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda", kita semua pasti sudah sering mendengar kan kalimat motivasi tersebut? Ya, kalimat motivasi tersebut sudah tidak asing lagi di telinga kita.
  Ketika gagal, tidak semua orang mampu bangkit dari kegagalannya. Tidak semua orang dapat belajar dari kegagalannya.
  Biasanya orang-orang yang memiliki tekad yang kuat dalam meraih kesuksesan, selalu melihat kegagalan itu sebagai input untuk evaluasi diri dan sebagai wujud hati-hati dan untuk lebih sukses lagi. Salah satu mental mereka adalah ketika gagal, mereka cepat bangkit, analisis, dan langsung membuat plain berikutnya.
  Setelah memutuskan resign dari tempat kerjanya, Rania memiliki rencana untuk mencari pengalaman kerja yang lain. Ya, Rania ingin mencoba mencari pengalaman baru, dia ingin bekerja di perusahaan yang bergerak selain di bidang perindustrian.
  Tepat empat bulan setelah resign, Rania mencoba melamar pekerjaan di sebuah yayasan babby sitter. Pada saat interview, baru menjawab satu pertanyaan saja, Rania langsung di tolak. Alasannya karena Rania tidak memiliki pengalaman kerja di bidang pengasuhan anak dan tidak memiliki sertifikat babby sitter, sedangkan pihak yayasan mencari yang sudah berpengalaman dan memiliki sertifikat babby sitter.
  Setelah gagal melamar pekerjaan di satu tempat, Rania pindah ke tempat lain. Berikutnya dia mencoba melamar ke toko kue, karena kebetulan toko kue tersebut sedang membuka lowongan untuk di tempatkan di bagian memasak dan beres-beres. Gajinya Rp. 50.000/hari, jam kerjanya mulai pukul 03.00 WIB sampai dengan pukul 13.00 WIB. Walau harus berangkat dini hari dan pulangnya siang hari, Rania tak merasa keberatan. Karena dia butuh pekerjaan. Setelah Rania mengumpulkan berkas-berkas yang di minta, Rania menunggu hingga satu bulan, tidak ada kabar apa-apa dari toko kue tersebut.
  Rania membuka aplikasi facebook pada gadgetnya. Di beranda facebooknya, Rania melihat ada postingan iklan lowongan pekerjaan yang bergerak di bidang jasa delivery makanan & minuman. Ya, sejenis driver grab food atau go food gitu. Rania menghubungi nomor Whatsapp yang tertera pada postingan iklan tersebut, kemudian Rania mengirimkan foto berkas-berkas dokumen yang di minta beserta foto setengah badan. Besar harapan Rania untuk di terima kerja di jasa delivery makanan & minuman tersebut, namun lagi-lagi setelah Rania menunggu lama, tidak ada kabar selanjutnya dari pihak terkait.
   Rania tidak memiliki mental seperti kartu ATM, yang setelah tiga kali gagal memasukkan pin, ATMnya langsung terblokir otomatis. Beruntung Rania memiliki mental seperti minuman Ale-Ale, yang sudah beberapa kali menggosok tutup di bagian bawahnya, selalu muncul kata "Coba Lagi". 
  Untuk yang ke empat kalinya,. Rania mencoba melamar pekerjaan ke toko bangunan yang berlokasi di Indramayu, Jawa Barat. Sebelum datang langsung ke lokasi, Rania terlebih dahulu menghubungi pihak personalia toko bangunan tersebut via pesan teks pada aplikasi messenger. 
  Waktu menunjukkan tepat pukul 08.00 WIB (jam 8 pagi), Rania menerima balasan dari personalia via pesan teks pada aplikasi messenger yang isinya menerangkan :
  "Hari ini, jam 9 pagi, paling telat jam 10 pagi, kamu harus sudah sampai toko. Sekalian membawa berkas-berkas lamaran kerja ya! Karena hari ini akan ada interview dari bos".
  Begitulah isi pesan teks yang di terima oleh Rania dari personalia toko bangunan tersebut. Setelah membaca pesan teks dari personalia, Rania langsung bergegas mandi. Karena perjalanan dari rumahnya ke toko bangunan, membutuhkan waktu tempuh kurang lebih satu jam. 
  Pukul 08.20 WIB, Rania berangkat dari rumahnya dengan mengendarai sepeda motor. Dia lebih ngebut dari biasanya karena mengejar waktu. Beruntung sepanjang perjalanannya Rania tidak menemui macet.
  Pukul 09.10 WIB, Rania tiba di toko bangunan tersebut. Rania masuk toko, kemudian mencari ruangan personalia, ruangan personalianya tidak jauh dari pintu masuk toko. Setelah menemui bagian personalia, Rania di suruh menunggu di depan meja kasir toko. Saat itu yang akan interview ada dua orang, sedangkan yang di carinya hanya satu orang. 
  Tepat pukul 10.00 WIB, Rania di suruh masuk ke ruangan bos. Rania di Interview langsung oleh bos toko bangunan tersebut. Setelah selesai interview, pak bos meminta Rania untuk menunggu dua hari. Kalau dalam waktu dua hari tidak di hubungi oleh pihak toko bangunan tersebut, berarti mohon maaf Rania tidak di terima. 
  Rania berharap kali ini akan berhasil, namun pada kenyataannya lagi-lagi Rania harus menelan pil pahit. Karena untuk yang keempat kalinya, usaha Rania dalam mencari pekerjaan, belum membuahkan hasil. Akan tetapi bukan Rania namanya, kalau menyerah begitu saja. Rania kembali mencari-cari lowongan pekerjaan di aplikasi facebook dan nanya-nanya info lowongan kerja kepada teman-temannya.
  Rania kembali mendapatkan info lowongan pekerjaan, kali ini di bidang industri. Sebetulnya Rania ingin mencari pengalaman baru di luar dunia perindustrian. Namun jika memang kembali ada peluang di bidang perindustrian, Rania pun tidak mau menyia-nyiakan kesempatan yang datang padanya. Rania memasukkan berkas-berkas lamaran kerja ke perusahaan industri tersebut. 
  Satu minggu setelah Rania menunggu kabar baik dari perusahaan industri tersebut, hmm sepertinya Rania di PHPin lagi. Karena hingga satu minggu Rania menunggu, namun tidak ada kabar panggilan kerja di perusahaan tersebut.
  Sudah lima kali, Rania gagal di terima kerja. Akan tetapi Rania tetap semangat untuk mencari pekerjaan baru.
  Rania mendapat informasi dari salah satu teman SD nya, teman SD nya memberitahu bahwasannya sedang ada lowongan kerja di salah satu Day Care yang berlokasi di Cirebon, Jawa Barat. Temannya menyuruh Rania untuk mencari contact person Day Care tersebut, Rania mengiyakan. Pertama kali Rania mencari akun fanspage Day Care tersebut di facebook, namun Rania tidak berhasil menemukannya. Kemudian Rania coba cari di instagram, alhamdulillah Rania berhasil menemukannya. Berhubung di bio akun instagram tersebut tercantum nomor watshapp yang bisa di hubungi, Tanpa pikir panjang lagi, Rania langsung menghubungi via pesan teks pada aplikasi whatsapp. Pesan yang Rania kirim centang dua, alhamdulillah dengan demikian nomornya masih aktif. Kemudian pesan yang Rania kirim, centang dua berwarna biru. Alhamdulillah pesan yang Rania kirim, sudah di baca. Rania berharap info lowongan kerja yang dia terima dari teman SD nya itu masih ada atau masih berlaku. 
  Rania menerima balasan berupa pesan teks yang berisi "mohon maaf untuk saat ini, sedang tidak ada lowongan pekerjaan di Day Care kami". Hmm, Rania gagal lagi. Untuk yang keenam kalinya Rania gagal, Rania merasa kecewa, sedih, kesal, semuanya di rasakan olehnya pada saat itu.
  Pagi hari Rania kembali membuka aplikasi facebook. Dan lagi-lagi Rania melihat postingan yang berisi iklan lowongan pekerjaan yang seliweran di beranda facebooknya. Kali ini iklan yang berisi tentang lowongan kerja untuk bagian Cleaning Service di salah satu Rumah Sakit yang berlokasi di Cirebon, Jawa Barat.
  "Di butuhkan segera, cleaning service untuk di tempatkan di salah satu Rumah Sakit yang berlokasi di pusat Kota Cirebon. Di utamakan fresh graduate. Lowongan ini berlaku hanya untuk perempuan. Via ADM, hari ini masukin lamaran, besok langsung kerja". 
  Begitulah isi iklan lowongan kerja yang Rania lihat pada beranda facebooknya. Awalnya Rania merasa ragu, namun setelah Rania berbicara pada ibunya, dan ibunya mengatakan di coba aja dulu. Akhirnya Rania nanya-nanya sama pemilik akun yang menayangkan iklan tersebut. Setelah nanya-nanya, Rania kembali meminta pendapat dari ibunya. Rania memberitahukan semua info yang dia dapat dari si pemilik akun tersebut kepada ibunya, kemudian ibunya setuju. Saat itu juga Rania langsung sibuk menyiapkan berkas-berkasnya. Lebih dari tiga kali Rania mondar mandir ke toko ATK yang lumayan dekat dari Rumahnya, untuk keperluan membeli kertas folio dan amplop cokelat. Selain membeli kertas folio dan amplop cokelat, juga untuk keperluan fotocopy beberapa berkas yang belum di fotocopy.
  Pukul 11.30 WIB, Rania berangkat ke Cirebon bersama ibunya mengendarai sepeda motor. Rania di antar oleh ibunya. Waktu yang di tempuh dari rumahnya ke Rumah Sakit yang berlokasi di pusat kota Cirebon kurang lebih satu jam.
  Setelah satu jam perjalanan, Rania dan ibunya sampai di depan Rumah Sakit tersebut. Rania mematikan mesin motornya, Rania berhenti sejenak disitu. Dia membuka gadgetnya, kemudian menghubungi si pemilik akun yang menayangkan iklan. Beberapa kali di hubungi, namun orang yang bersangkutan susah di hubungi. Sambil menunggu balasan dari orang yang menayangkan iklan, Rania masuk ke area Rumah Sakit, kemudian dia diam di tempat parkir sejenak bersama ibunya.
  Sudah satu jam lamanya Rania menghubungi orang yang bersangkutan, namun hasilnya tetap tidak bisa di hubungi. Rania memutuskan untuk keluar dari area Rumah Sakit, kemudian memutuskan untuk mencari makan. Rania menemukan sebuah kedai makanan yang tidak jauh dari Rumah Sakit, Rania dan ibunya makan disitu. Mereka memesan menu paket nasi ayam geprek.
   Sumber Gambar : lifestyle.okezone.com
  Rania memesan menu yang harganya paling murah, karena budgetnya minim. Bagi Rania tidak perlu makan yang mewah-mewah, yang murah pun tak apa, yang penting bisa makan siang.
  Ketika Rania dan ibunya hendak beranjak dari kedai makanan yang lokasinya tidak jauh dari Rumah Sakit itu, handphone Rania berbunyi. Di lihatnya, ada notifikasi yang masuk. Ternyata notifikasi itu adalah pesan teks yang masuk dari orang yang menayangkan iklan lowongan kerja di Facebook, Rania pun membalasnya. Kemudian mereka janjian di depan salah satu hotel yang tidak jauh dari Rumah Sakit juga.
  Rania menemui orang tersebut di seberang hotel, tepatnya di trotoar. Orangnya laki-laki bertubuh kekar dan tinggi. Di situ, laki-laki itu lumayan banyak berbicara tanpa tanda titik dan tanpa tanda koma. Ya, dia nyerocos saja. Sementara Rania cukup mendengarkannya saja. Setelah itu Rania menyerahkan berkas-berkas lamaran kerja dan uang senilai Rp. 200.000 kepada laki-laki itu.
  Sesampainya di Rumah, Rania membuka handphonenya. Kemudian dia menghubungi laki-laki itu lagi, namun ketika Rania akan mengirimkan sebuah pesan singkat ke akun facebook milik laki-laki tersebut, pesannya tidak bisa terkirim. Berulang-ulang Rania mencoba, namun hasilnya tetap tidak bisa mengirim pesan ke akun tersebut. Rania langsung menuliskan nama akun tersebut pada kolom pencarian, namun hasilnya tidak di temukan. Hmm, sepertinya akun facebook milik Rania sudah di blokir oleh laki-laki itu. Dan sepertinya Rania kena tipu.
  Setelah menyadari dirinya telah di tipu oleh orang. Rania merasa sedih dan menyesal, karena Rania telah mengambil keputusan begitu saja tanpa pikir panjang terlebih dahulu dan tanpa banyak mempertimbangkan segala sesuatunya terlebih dahulu. Yang paling membuat Rania menyesal adalah uang sebesar Rp. 200.000 yang dia punya, itu uang tabungannya dia yang cuma tinggal segitu-gitunya. Uang tinggal segitu, dia berikan kepada si penipu pula. Habis sudah uang Rania. Ibarat kata peribahasa "Sudah jatuh, tertimpa tangga".
  Sumber Gambar : old.bingkaiwarta.com
   Akhirnya Rania menyadari, kalau masuk kerja dengan membayar pakai uang itu dalam islam tidak di perbolehkan. Karena itu sama saja dengan tindakan suap, hukumnya haram. Haram bagi yang memberinya, dan haram pula bagi yang menerimanya. Penghasilan yang di dapat dari kerja keras tersebut pun seolah-olah sia-sia, karena tidak ada keberkahan di dalamnya. Asstagfirullahaladzim.
  Rania seolah tak peduli sudah berapa kali dia gagal. Dia kembali mencoba mencari lowongan pekerjaan di tempat lain. Untuk yang ke delapan kalinya Rania mencari pekerjaan, kali ini dia mendapat info loker di toko meubeul untuk di tempatkan di bagian admin. Begitu Rania mengetahui info loker tersebut, dia segera siap-siap memakai baju yang rapi dan menyiapkan semua berkas-berkas lamarannya, kemudian dia bergegas mendatangi toko meubeul tersebut.
  Sesampainya di toko meubeul, Rania di sambut oleh seorang kakek yang sedang duduk di depan toko tersebut. Rania di tanya oleh kakek tersebut, kemudian Rania menjawabnya. Setelah Rania menjelaskan tentang tujuannya datang ke toko tersebut, si kakek mengatakan "bosnya sedang pergi keluar, besok kesini lagi saja". Setelah itu, Rania pamit pada kakek, kemudian dia pulang.
  Keesokan harinya, Rania kembali mendatangi toko meubeul tersebut pagi-pagi. Sesampainya Rania di toko tersebut, kali ini Rania di sambut oleh seorang perempuan yang masih muda sekitar usia 20 tahunan. Kemudian Rania di suruh masuk ke Ruangan bosnya, Rania menjelaskan maksud kedatangannya ke toko tersebut adalah untuk mencari pekerjaan. Kemudian bosnya mengatakan "Saya tahu, mungkin kamu yang kemarin datang kesini menjelang sore hari, namun sayanya sedang pergi keluar. Ayah saya menyampaikan kepada saya, bahwasannya kemarin ada yang datang kemari dengan tujuan untuk melamar pekerjaan. Tapi mohon maaf, hari kemarin sudah ada yang datang lebih dulu dari kamu. Dengan demikian, bagian admin sudah terisi. Dan untuk saat ini, di toko kami, belum ada lowongan kerja lagi". 
  Dengan hati yang penuh kekecewaan, Rania keluar dari ruangan tersebut. 
  Untuk yang kedelapan kalinya Rania mencari pekerjaan, dan untuk yang ke delapan kalinya pula Rania gagal mendapatkan pekerjaan. Walau hatinya sudah lelah, namun Rania tak menyerah.
  Rania kembali mendapatkan info lowongan kerja di kedai minuman kekinian. Rania mencoba masukin lamaran di kedai minuman tersebut.
  Satu minggu lamanya Rania menunggu, namun tidak ada kabar selanjutnya dari kedai minuman tersebut. Di saat yang bersamaan, ketika dirinya sedang membuka aplikasi facebook, Rania kembali melihat ada iklan lowongan kerja di jasa delivery makanan dan minuman yang dia pernah masukkin lamarannya dan berujung tidak ada kabar selanjutnya. Dan posisi yang di carinya pun sama seperti waktu itu. Rania berpikir sejenak, dalam hatinya berkata "Jasa delivery makanan & minuman itu kok kembali menayangkan iklan loker ya? Padahal kan waktu itu, mereka menayangkan loker juga, dan saya mencoba masukin lamaran kerja disitu. Terus mereka meminta saya untuk menunggu, dan mereka bilang kalau berkas-berkas saya di tampung dulu. Saya menunggu hingga saat ini, namun tidak ada kabar selanjutnya dari mereka, tapi sekarang mereka kembali menayangkan iklan loker". 
  Rania berpikir, walau dirinya mengumpulkan berkas-berkas yang sesuai dengan yang mereka minta, mungkin dirinya tidak sesuai dengan kriteria yang mereka cari atau yang mereka butuhkan. Walau Rania merasa sedih dan kecewa, tapi bagi Rania tak mengapa. Mungkin belum rezekynya saja.
  Sudah sembilan kali Rania mencari pekerjaan, dan sudah sembilan kali pula Rania gagal mendapatkan pekerjaan. Rania merasa lelah dan pesimis untuk mencari pekerjaan lagi. Akhirnya dia memutuskan untuk berbisnis online. Ya, dia membuka usaha jual beli secara online. Barang yang di jualnya adalah produk-produk fashion. Bukan hanya itu, Rania juga membuka jasa ojeg online khusus perempuan dan membuka jasa delivery makanan,minuman, dan barang.
  Rania berharap, usaha bisnis onlinenya bisa berjalan dengan lancar, dapat berkembang dengan baik, dan bisa menghasilkan income yang menjajikan di setiap bulannya.

  Begitulah kisah Rania si pejuang amplop cokelat yang gagal, dan pada akhirnya dirinya memutuskan untuk membuka usaha bisnis online. Apakah bisnis onlinenya berhasil? Atau gagal juga? Kita do'akan saja, semoga usaha bisnis onlinenya berjalan sesuai dengan seperti apa yang di harapkannya yaa..

  Jaman sekarang, teknologi memang semakin canggih. Dengan demikian semakin memudahkan kita untuk mendapatkan informasi-informasi yang menurut kita penting. Namun, kita jangan terlalu mudah untuk percaya begitu saja dengan informasi atau berita yang kita terima. Alangkah baiknya, cari tahu terlebih dahulu sumber informasi atau berita tersebut darimana? Dari sumber yang terpercaya atau bukan? Karena di jaman sekarang ini, begitu maraknya berita-berita hoax yang meresahkan masyarakat.

Rania : Bukan nama yang sebenarnya, hanya nama samaran.. 

Terima kasih sudah berkunjung dan terima kasih juga sudah membaca. Semoga tidak pernah bosan untuk berkunjung kesini.. 🙏

Komentar

  1. Pasti ada kemudahan di setiap kesulitan..semangat mba

    BalasHapus
  2. melamar pekerjaan harus bayar, itu salah satu bentuk penipuan, kita harus lebih hati-hati.
    Mungkin sudah saatnya Rania jadi pengusaha bukan karyawan lagi😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa mba, dalam islam pun tidak di perbolehkan.

      Hapus
  3. Saya salah satu pejuang amplop coklat jg mba, ketika habis lulus kuliah.
    Ketika baca kisah Rania, jadi keingat pada masa-masa dulu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba. Memang selalu ada kisah tersendiri di setiap perjuangan yang kita lakukan.

      Hapus
  4. Masya Allah... Sangat menginsipirasi ceritanya. Dan saat ini, di luar sana banyak sekali Rania Rania yang lain. Sejatinya perempuan dalam Islam dijamin nafkahnya, namun dengan sistem saat ini yang tidak Islami, perempuan banyak yang harus memikul beban hidup. Semoga Allah mudahkan kita semua. Semoga sistem kehidupan Islam segera tegak kembali. amiin.

    BalasHapus
  5. Kadang kalau nemu loker di internet gitu harus hati-hati, aku juga pernah dapet email untuk tes tapi di luar pulau jawa. Jadi nggak aku ambil.

    BalasHapus
  6. Kereen rania, analoginya berkesan sekali, bukan mental atm. Semoga semangaat dan berkah yang diusahakan ya Raniaa~

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya dan terima kasih sudah membaca.

Postingan populer dari blog ini

Liburan Yang Paling Berkesan Dan Menyenangkan

Quality Time