Trip Ke Kawah Putih

 
Sumber gambar : di lansir dari berbagai sumber
 "Kawah Putih". Duh siapa sih yang belum mendengar obyek wisata yang satu ini? Kawah Putih merupakan salah satu obyek wisata yang terkenal di Bandung. Secara geografis, letak Kawah Putih berada di ketinggian 2434 meter dari permukaan laut. Kawah Putih memiliki kontur tanah yang landai dan berbukit. Suhu udara di kawasan Kawah Putih ini berkisar antara 8 – 22 derajat Celcius, disekitar dari Kawah Putih ini ditumbuhi alang-alang dan juga beberapa pohon seperti cemara, kayu putih, kingkilaban, kirinyuh, puspa, salira, dan juga rasamala, dan saat ini banyak sekali tumbuh pohon cantigi di sekitar Kawah Putih Ciwidey ini, yang membuat sekitar Kawah Putih menjadi rindang. (Sumber : kawahputihciwidey.com)
  Nama obyek wisata Kawah Putih memang sudah tidak asing lagi terdengar di telinga para travelers. Terlebih tempat ini sering di jadikan sebagai tempat shooting film nusantara ataupun shooting video klip artis-artis ibukota. Salah satu film nusantara yang pernah shooting di Kawah Putih adalah film yang berjudul "Heart", di bintangi oleh Nirina Zubir, Irwansyah, dan Acha Septriasa. Film tersebut pun bisa di bilang banyak peminatnya, karena film tersebut pernah menjadi salah satu film yang populer di era tahun 2006.
  Kawah Putih terletak di Bandung Jawa Barat, obyek wisata yang satu ini dapat diakses dari Jl. Raya Soreang-Ciwidey dan berlokasi tidak jauh dari Situ Pantenggang Ciwidey. Dari pusat kota Bandung berjarak kurang lebih 50km kearah selatan Bandung. (Dilansir dari berbagai sumber).
  Aku pernah dua kali berkunjung ke Kawah Putih. Yang pertama menggunakan kendaraan pribadi, yaitu menggunakan sepeda motor milik temanku asli orang Bandung. Dan yang kedua, menggunakan kendaraan umum. 
  Aku akan bercerita ketika aku berkunjung ke Kawah Putih dengan menggunakan kendaraan umum.
  Tepatnya di tahun 2015, salah satu teman kerjaku mengajakku untuk berkunjung ke Kawah Putih. Berhubung saat itu kita berdua sama-sama perantauan, sama-sama anak kos, dan tidak ada kendaraan pribadi, jadi kita mencoba untuk menggunakan transportasi umum. Sebelumnya aku pernah nanya-nanya sama teman-teman aku yang asli orang Bandung, mereka bilang tidak ada transportasi umum untuk menuju ke Kawah Putih. Akan tetapi setelah aku cari-cari info, browsing di google, ternyata untuk bisa sampai ke Kawah Putih itu ada transportasi umumnya. Karena penasaran, akhirnya aku coba. Hehehe.
  Waktu itu aku dan temanku pergi ke Kawah Putih, startnya dari Rancaekek. Wih berapa jam tuh nyampenya? Dari kota Bandungnya saja waktu tempuhnya kurang lebih dua jam, apalagi dari Rancaekek yang lokasinya jauh dari kota Bandung. Hehehe. Dari Rancaekek ke Kawah Putih itu bisa di bilang ujung ketemu ujung. Ujungnya Bandung Timur bertemu dengan ujungnya Bandung Selatan. Hehehe, kebayang kan betapa jauhnya dan betapa repotnya naik turun kendaraan umum? Hehehe.
  Dari Rancaekek aku dan temanku berangkat jam tujuh pagi. Pertama kita naik angkot Cicalengka-Cileunyi, turun di depan pasar Cileunyi. Dari situ kita lanjut naik angkot Cileunyi-Cicaheum, turun di halte bus Damri Cibiru. Rencananya kita mau naik Damri Cibiru-Leuwi Panjang, namun pada saat itu tidak ada satu pun bus Damri yang sedang berhenti ngetem disitu. Kita tungguin sampai lima belas menit, belum ada bus Damri yang datang juga. 
  Seketika ada mini bus lokal jurusan Garut-Bandung yang melaju dari arah Cileunyi dan berhenti di depan kita. Kalau di Jakarta, busnya sejenis metro mini. Aku nanya ke kondektur busnya, "A, ini busnya mau ke terminal Cicaheum atau mau ke terminal Leuwi Panjang?". Si aa nya menjawab "Leuwi Panjang neng, via tol". Terus si aa nya nanya "mau kemana gitu neng?". Aku menjawab "mau ke Ciwidey a". Terus si aa nya bilang "oh naik aja neng, nanti turun pas keluar tol Kopo ya". Aku nanya lagi "emang bisa a?". Si aa nya menjawab "bisa neng, nanti kalian nyeberang jalan. Disitu nanti ada mobil khusus yang mengangkut penumpang sampai ke terminal Ciwidey". Aku mengangguk dan mengucapkan terima kasih kepada si aa kondekturnya, karena dia sudah kasih info.
  Begitu sudah keluar tol Kopo, kita turun, kemudian nyeberang jalan. Kita berdiri di trotoar. Tak lama ada mobil sejenis mobil yang biasa mengangkut anak sekolah, tapi bukan bus sekolah. Mobil itu berhenti tepat di depan kita. Sopirnya nanya "neng, Ciwidey?". Aku menjawab "Iya pa". Si bapak sopirnya menyuruh kita masuk. Kita pun masuk dan duduk di depan. Mobilnya langsung jalan, ambil penumpangnya dari jalan-jalan yang di lintasi.
Mobil trayek Leuwipanjang-Ciwidey yang aku dan temanku tumpangi pada saat itu.
Sumber Gambar : dianjuarsa.com
  Mobil diatas adalah mobil yang membawa kita dari Kopo sampai ke terminal Ciwidey.
  Satu jam kemudian, kita telah sampai di terminal Ciwidey. Turun dari terminal, kita makan bakso dulu. Karena dari pagi kita belum sarapan. Setelah makan bakso, kita lanjut perjalanan lagi. 
Terminal Ciwidey. Sumber Gambar : idf.orsquare.com
  Nah disitu kita galau, mau naik angkot saja atau naik ojeg? Setelah berunding kita memutuskan untuk naik ojeg, tapi temanku maunya satu motor berdua, bertiga sama tukang ojegnya. Aku sempat mikir "waduh jalannya banyak tanjakan nih, kalau satu motor bertiga bakalan kuat enggak ya?". Beruntung tukang ojegnya menyanggupi. Akhirnya kita naik ojeg deh. Kita bayar Rp. 50.000 berdua kalau tidak salah sih. Dari terminal Ciwidey ke Kawah Putih, jaraknya 12km. Waktu tempuhnya sekitar 35 menitan. Lumayan juga ya. Hehehe
Sumber Gambar : alampriangan.com
  Alhamdulillah kita sampai di Kawah Putih dengan selamat. Sebelum masuk ke wisata kawahnya, kita membayar tiket masuk terlebih dahulu. Waktu itu, kita bayar tiket masuknya sebesar Rp. 35.000/orang, sudah termasuk biaya ontang anting PP. Ontang-anting itu kendaraan khusus yang membawa wisatawan dari parkiran bawah ke parkiran atas yang di dekat wisata kawahnya.
Gambar Ontang-Anting Kawah Putih
Sumber Gambar : rentalmobil.biz.id
  Nah jadi mobil ontang-anting di Kawah Putih itu mobil angkot dan mobil bak terbuka yang di modifikasi di kasih tempat duduk. Dan itu khusus untuk mengangkut wisatawan dari parkiran bawah ke parkiran atas yang dekat dengan wisata Kawah Putihnya. Biasanya yang boleh naik ke parkiran atas itu hanya mobil pribadi. Kalau bus, tidak di perbolehkan, dan sepeda motor pun di sarankan untuk parkir di parkiran bawah saja. Karena banyak tanjakan dan turunan yang curam.
  Aku dan temanku telah sampai di wisata Kawah Putih. Kita foto-foto dan keliling sambil menikmati pesona alam Kawah Putih yang begitu indah menakjubkan dan udaranya yang begitu dingin.
Sumber Gambar : trivindo.com
Sumber Gambar : Jurnalland.com
Sumber Gambar : Jurnalland.com
Sumber Gambar : kompasiana.com
Sumber Gambar : travel.tribunnews.com
Sumber Gambar : dolanyok.com
Sumber Gambar : anekatempatwisata.com
Sumber Gambar : portalwisata.com
Sumber Gambar : tabloidwisata.com
  Kira-kira seperti itu ya gambaran Kawah Putih, karena aku berkunjung kesananya lima tahun yang lalu, foto-foto pun hanya tinggal beberapa saja yang tersisa. Jadi, untuk gambarnya aku ambil dari berbagai sumber. Kalau sekarang sih, yang aku lihat di sosmed, Kawah Putih sekarang sudah lebih bagus dari yang dulu. Mungkin harga tiket masuknya juga sudah naik. Hehehe.
  Disana, aku bertemu dengan rombongan wisatawan dari Surabaya. Mereka menyapa aku dan temanku, mereka juga menawarkan untuk fotoin aku dan temanku foto berdua. Dan kita pun mau. Kemudian gantian, salah satu dari kita yang fotoin mereka.
    Foto ini di fotoin oleh rombongan
    wisatawan dari Surabaya.
   Ini juga di fotoin sama salah satu
  rombongan wisatawan dari Surabaya.
  Kita tidak lama disitu, karena cuacanya mendung. Kalau hujan, kita harus buru-buru keluar dari kawasan kawah, karena kalau hujan, kawasan tersebut berkabut. Semakin hujannya lebat, maka semakin berkabut. Oleh karena itu, pada saat itu begitu hujan turun dan kabut sudah mulai bermunculan, para wisatawan pada berhamburan meninggalkan kawasan tersebut.
  Beruntung begitu hujannya sangat lebat, aku dan temanku sudah sampai di tempat parkir ontang-anting. Kita tidak langsung naik ontang-anting, karena hujannya sangat deras. Ya, kita menunggu sampai hujan sedikit reda.
  Hujan sudah mulai reda, tinggal gerimisnya saja, kita naik ontang-anting dan turun ke parkiran bawah. Begitu sampai di parkiran bawah, kita menuju musholla, kemudian shalat. Setelah shalat, kita beli chuanki dan makan chuanki di bawah pohon. Setelah itu kita pulang.
  Keluar dari kawasan wisata Kawah Putih, untuk menuju terminal Ciwideynya kita bingung mau naik apa? Karena disitu tidak ada tukang ojeg yang mangkal dan tidak ada angkot kuning yang melintas juga. Akhirnya kita duduk di warung pinggir jalan sambil menunggu ada angkot kuning yang melintas.
  Selang berapa menit, akhirnya ada angkot kuning yang melintas, namun angkot tersebut arahnya ke arah patenggang bukan ke arah Ciwidey. Akan tetapi angkot itu berhenti di depan kawasan Kawah Putih. Kemudian pak sopirnya bertanya kepada kita. "Mau kemana neng?". Tanya pak sopir. Aku menjawab "mau ke Ciwidey pa". Kemudian pak sopirnya menyuruh kita untuk naik masuk ke angkotnya. Pak sopirnya bilang "hayu neng, tapi mau ke depan dulu ya sebentar. Enggak apa-apa?". Daripada enggak bisa pulang, jadi ya sudah lah tidak apa-apa. Kita pun naik. Kemudian angkotnya berhenti di depan wisata kolam renang. Di seberang jalan aku melihat ada sebuah perkebunan teh yang begitu indah dan mempesona. Kita keluar dari angkot, karena ingin berfoto di perkebunan teh itu. Namun kita bilang ke pak sopirnya terlebih dahulu. Supaya pak sopirnya enggak pusing nyariin kita. Hehehe.
Sumber Gambar : serbabandung.com
  Kurang lebih seperti itu perkebunan teh yang aku dan temanku lihat pada saat itu. Setelah foto-foto di perkebunan teh, kita kembali ke angkot, kemudian angkotnya langsung jalan menuju terminal Ciwidey.
Sumber Gambar : kompasiana.com
  Itulah angkot yang membawa aku dan temanku dari kawasan Kawah Putih ke terminal Ciwidey. Angkotnya jurusan Ciwidey-Situ Patenggang.
  Dari terminal Ciwidey kita naik mobil trayek Ciwidey-Leuwi Panjang lagi. Seharusnya kita turun di terminal Leuwi Panjang, namun karena pada saat itu kita sama-sama lapar, jadi kita turun di depan Miko Mall Kopo. Kita masuk ke dalam mallmya, lalu kita makan di food garden Miko Mall. Saat itu kita makan nasi goreng. Wih mantap nih, setelah perjalanan jauh menyantap nasi goreng. Hehehe.
  Setelah dari Miko Mall, kita melanjutkan perjalanan pulang. Dari depan Miko mall, kita naik angkot Soreang-Leuwi Panjang, turun di terminal Leuwi Panjang. Dari terminal Leuwi Panjang, kita naik mobil carry jurusan Bandung-Garut. Turun di Rancaekek.
  And then selesailah sudah petualangan aku dan temanku ke Ciwidey di hari itu.

Catatan :
  Buat siapapun yang hendak berkunjung ke Kawah Putih, aku sarankan alangkah lebih baiknya jangan di musim hujan. Karena ketika hujan turun, tidak hanya di kawasan wisata kawahnya saja yang berkabut, akan tetapi di sepanjang akses jalan menuju Kawah Putihnya juga berkabut. Aku saranin juga, berangkatnya pagi-pagi ya, karena Kawah Putih buka mulai pukul 07.00-17.00 WIB. Selain itu, di sepanjang jalan kota Bandungnya juga kita sering di pertemukan dengan yang namanya macet. Dan jangan lupa memakai masker, bawa masker cadangan, memakai pakaian yang tebal, sepatu tertutup, kaos kaki, dan sarung tangan juga syal (bila perlu). Karena Kawah Putih udaranya sangat dingin. Jangankan sekarang di masa pandemi, bukan di masa pandemi saja, memasuki kawasan Kawah Putih di sarankan untuk memakai masker, karena bau belerang. Hehehe..

Komentar

  1. Ya ya film heartvitu film favoritku banget mbak.. Dulu saking kudetnya kirain syutingnya filuar negeri, eh ternyata baru kutahu bahwa itu adalah kawah putih dibandung. Benar-benar bagus ya tempatnya. Ini ulasannya lengkap banget sampai lokasi wisata, terima kasih sharingnya mbak Kom, jadi tahu kalau kesana harus datang jam berapa dan bawa masker cadangan kayaknya ya, karena faktor cuaca dan pandemi kayak gini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba.. Hehehe.. Sama2 ya mba. Aku juga baru tau setelah lulus SD .. Hehehe

      Hapus
  2. Duh baru sekali ke kawah putih dan itu di jaman kuliah, emang keren banget meski perjalanan berliku hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rasa lelah seolah terbayarkan oleh view alamnya yang Masyaa Allah ya mba.. Hhee

      Hapus
  3. Masya Allah cantik banget memang, dan saya belum sempat ke situ. Belum rezeki. Semoga suatu saat bisa ke sana. Aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin umm.. Semoga setelah corona berlalu, bisa berkunjung kesana yaa umm.. Aamiin

      Hapus
  4. Aku belum pernah ke kawah putih mba, ya ampun aku kalau ke Bandung cuma lewat aja dan mampir beli oleh-oleh.

    BalasHapus
  5. ya allah jadi pengen piknik lagi sama keluarga. gak berasa tahun 2020 udah mau berakhir aja dan kayanya tahun ini ngga banyak foto vacation di hp 😭

    BalasHapus
  6. Kemaren waktu ke Bandung ga sempat ke kawah putih. Smoga next time bisa ke sini..

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya dan terima kasih sudah membaca.

Postingan populer dari blog ini

Liburan Yang Paling Berkesan Dan Menyenangkan

Pejuang Amplop Cokelat

Quality Time